AlatMusik Tiup. 1. Terompet. Terompet adalah salah satu jenis alat musik tiup tradisional. Lubang nadanya berbentuk setengah lingkaran dan jumlahnya sebanyak 4-6 buah. Kesenian-kesenian yang menggunakan alat musik terompet antara lain, yaitu kesenian rakyat Tanah Karo, Tapanuli, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, dan Irian Jaya.
Dengkangdan katto-katto sudah jarang dimainkan, kecuali sepasang gandrang dan puik-puik. Puik-puik dalam permainannya hanya memainkan melodi berdasarkan naluri papuik-puik (improvisasi) sembari mengikuti permainan gandrang. Ritme dan melodi yang dimainkan tidak selalu sama pada setiap permainan, walaupun dengan pemain puik-puik yang sama.
Alatmusik ini dimainkan dengan cara memetik. Bahan utama pembuatan Alat musik ini yaitu dari kayu. Namun, kayu yang digunakan tidak sembarangan. Tetapi, hanya menggunakan kayu kapur dan kayu ulin. Alat Musik Keso-keso via blogspot.com. Alat musik keso-keso berasal dari Sulawesi Selatan. Jika dilihat dari bentuknya, Keso-keso memiliki
Gendangdimainkan dengan cara dipukul dengan telapak tanga, tidak ada nada pasti yang dikeluarkan. Bila dilihat sepintar keso-keso mirip dengan alat musik kebanggan Jawa yakni rebab. Cara memainkannya juga tidak berbeda yakni dengan cara digesek dengan alat khusus sehingga mengeluarkan bunyi yang indah.
KesoKeso. Alat musik tradisional indonesia yang car memainkanya dengan cara dipetik ini berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. 23. Akordeon. Jenis alat musik ini dimainkan dengan cara ditarik agar menggerakan udara di dalam sehingga menghasilkan bunyi. Untuk mengatur tinggi rendahnya suara dengan cara menekan tombol yang ada pada alat ini
BerikutAsal, Bahan dan Cara Memainkannya Garantung adalah alat musik dari Tapanuli, Sumatera Utara, yang dimainkan dengan cara dipukul. Kamis, 18 Februari 2021 09:52 WIB
Kesokeso merupakan alat musik gesek yang berasal dari Sulawesi Selatan. Beberapa masyarakat mengenalnya dengan sebutan alat musik Gesok-gesok. Sesuai dengan namanya, alat musik jenis ini biasa dimainkan dengan cara digesek-gesek pada bagian dawainya menggunakan busur penggesek.
Alatmuik ini dimainkan dengan cara sama dengan memainkan alat musik Rebab dan menggunakan alat enggesek seprti busur. 2. Arbab Keso Keso. Keso Keso ialah alat musik Tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini mempunyai bunyi yang cukup terbilang khas, ketika terdengar bunyi dari alat musik ini kita akan merasakan seolah
Ganrangbulo dimainkan dengan cara dipukul pada sisi yang lebih besar menggunakan alat pukul dan sisi kecil hanya menggunakan tangan layaknya kendang pada umumnya. 5. Gesok-Gesok / Keso-Keso (Roma Decade) Alat musik ini termasuk pada kategori jenis alat musik yang digesek atau kordofon.
AlatMusik keso-keso atau biasa disebut P'keso adalah alat musik dawai yang berasal dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Bentuk dari keso-keso bisa dibilang mirip dengan alat musik dari jawab yakni rebab. Cara memainkan alat musik ini dengan cara di petik atau digesekan dengan alat khusus seperti penggesek biola.
9Vt2. Mulai dari seni tari-tarian daerah, lagu daerah, hingga alat musik tradisional yang digesek juga tak kalah memang kaya akan budaya lokalnya, dibeberapa daerah terpencil banyak kita bisa temui berbagai macam jenis musik sejatinya memang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat terutama pada daerah-daerah yang masih bersentuhan langsung dengan Juga Alat Musik Tradisional yang DipukulAlat Musik Tradisional yang DitiupAlat Musik Tradisional yang DipetikAlat Musik Tradisional BantenAlat Musik Tradisional Bangka BelitungAlat Musik Tradisional AcehAlat Musik Tradisional Jawa BaratAlat Musik Tradisional BatakAlat Musik Tradisional Papua BaratAlat Musik Tradisional Sumatera UtaraAlat Musik Tradisional Sumatera BaratAlat Musik Tradisional Sulawesi TenggaraAlat Musik Tradisional Sulawesi UtaraBerikut daftar nama alat musik tradisional yang digesek beserta penjelasannya1. ArababuArababu adalah alat musik tradisional Sulawesi Utara yang digesek. Jika dilihat dari bentuk dan cara memainkannya mirip dengan alat musik musik Arababu berkembang di Maluku sejak para pedagang Arab datang dan menetap di Indonesia, seiring berkembangnya zaman Rebab berevolusi dan mendapat sedikit modifikasi hingga akhirnya terciptalah ArababuArababu merupakan alat musik tradisional yang digesek dan menghasilkan suara melodis. Alat musik ini hanya memiliki 1 senar. Ditambah lagi, Arababu memiliki pegangan yang terbuat dari bambu dan tempurung kelapa yang fungsinya sebagai tempat suara yang dihasilkan, Arababu tak kalah dari Rebab asli Arab, namun ukuran Arababu memang kalah besar jika dibandingkan dengan yang digunakan untuk menggesek Arababu juga berbentuk busur dengan 1 senar semacam busur panah dengan bentuk yang ArbabArbab, sebuah alat musik tradisional yang digesek dari Aceh, alat musik ini biasa digunakan dalam beberapa acara pertunjukkan hiburan rakyat seperti ketika ada pasar malam atau terdiri dari 2 bagian yaitu tubuh dan alat geseknya. Arbab juga pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh yang dibawakan biasanya berupa cerita pendek yang diselingi dengan humor ringan yang mudah ditangkap ArbabMenurut infonya, Arbab terbuat dari tempurung kelapa, kulit binatang kambing, kayu dan senar dalam pembuatannya. Sedangkan untuk alat gesek yang berbentuk berbentuk busur tersebut terbuat dari serat tumbuhan, rotan dan kayu. Bisa dibilang benda ini merupakan hasil kreatifitas tangan dari Keso KesoKeso-keso adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang digesek dan terkenal karena suara yang dihasilkan indah dan membuat kita ikut merasakan suasana daerah musik ini memiliki nama āKesoā karena cara memainkannya digesek, sehingga disebut ākeso-kesoā namun ada orang yang menyebutnya āKere-Kere Galangā.Tubuh Keso-keso dimanfaatkan sebagai resonator, terbuat dari kayu nangka pilihan yang dibentuk secara khusus mirip dengan jantung pisang dengan rongga di bagian tengah agar suaranya kosong dari kayu nangka tersebut nantinya akan ditutup membran yang terbuat dari kulit menggeseknya tidak perlu kayu khusus asalkan kuat, kayu tersebut bisa digunakan sebagai busur untuk menggesek yang terpenting terletak pada benda yang terlihat seperti tali pada busurnya yang ternyata terbuat dari rambut ekor kuda sebagai bahannya. Bunyi yang dihasilkan keso-keso berasal dari gesekan antara senar keso-keso dan rambut ekor kuda pada RababMusik dari Sumatera Barat Memang tidak asing lagi dikenal di telinga kita, Rabab merupakan alat musik adaptasi dari Arab yaitu seperti di Deli, Sunda dan lainnya, Rabab Minang juga unik, selain dimainkan dengan cara digesek, Rabab juga menghasilkan suara yang muncul dibawah bridge yang berasal dari adanya membran tersebut, suara yang dihasilkan seperti ada efek suara serak. Sifat ini juga menyebabkan cara menggesek Rabab terbilang sulit. Alat musik Rabab terbuat dari batok kelapa, sehingga membuat tekstur Rabab sedikit ākesetā.Dalam permainannya, ada beberapa komposisi dalam memainkan lagu tergantung kepada lagu yang ingin dimainkan, lagu yang bersifat kaba dijadikan yang tercipta biasanya merupakan gagasan yang berasal dari pikiran komunitas masyarakat yang ada di daerah yang Rebab / LengekRebab adalah alat musik tradisional Jawa Barat yang digesek, banyak orang yang berpendapat bahwa rebab mirip alat musik Tarawangsa, namun perbedaannya hanya pada bentuk dan penggunaannya Rebab relatif kecil, memiliki badan yang bulat dan leher panjang, namun tidak ada papan nada. Rebab dari Jawa barat ini dibuat tegak dan busur untuk menggeseknya lebih melengkung daripada busur bahasa sunda, Rebab dikenal dengan sebutan lengek dan orang memainkan lengek disebut sejarah Gamelan, Rebab / lengek merupakan salah satu instrumen musik yang penting untuk menghiasi melodi dasar. Memainkan Rebab juga tidak bisa asal-asalan, penyesuaian ritme, tempo, dan frasa juga merupakan tugas dari pemain SukongSukong adalah alat musik tradisional yang digesek yang digunakan sebagai melodi dalam sebuah pentas musik. Jika dilihat, Sukong memang mirip Rebab gitar dari Arab namun ukurannya lebih hanya memiliki 2 senar, tapi jangan salah karena Sukong dimainkan dengan cara digesek, bukan berukuran seperti tempurung kelapa yang tebal daging buahnya 1,5 cm. Nada dasar Sukong adalah G, oleh karena itu Sukong bisa dibilang sebagai bass pada kesenian Gambang kita bisa menjumpai kesenian ini di beberapa daerah Tangerang pesisir Kota dan seringnya penggunaan Sukong ada pada kesenian Gambang Kromong TarawangsaAlat musik tradisional Tarawangsa berumur lebih tua daripada Rebab, seperti yang sudah saya sebut awal abad ke-18, menurut naskah kuno Sewaka Darma, Tarawangsa sudah dipergunakan sebagai alat musik tradisional sedangkan Rebab muncul di tanah jawa pada sekitar abad 15-16, dan itupun diadaptasikan dari alat gesek saat itu, Tarawangsa biasa dipanggil Rebab Jangkung karena ukurannya yang lebih tinggi daripada Rebab . Namun Tarawangsa berbeda dibandingkan Rebab, meskipun fisiknya sama. Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek serta menggunakan laras beberapa lagu yang biasa dimainkan dengan menggunakan alat musik ini, antara lainJemplang,Saur,Mataraman,Iring-iringan Tonggeret,Bangun,Limbangan,Karatonan,Lalayaan,Buncis,Degung,Sirnagalih,Reundeu,Pangairan,Dengdo,Angin-angin,Panglima,Pagelaran,Ayun Ambing,Reundeuh Reundang,Kembang Gadung,Legon koromongan, yang diatas adalah musik pilihan yang tidak termasuk musik pokok. Ada beberapa lagu yang diyakini masyarakat pada zaman itu sakral dan memanggil Dewi kurangnya minat generasi membuat alat musik tradisional yang digesek ini semakin sulit TehyanTehyan juga merupakan alat musik tradisional yang dimainkan dengan cara digesek dari Jakarta. Ciri yang bisa anda temukan di alat musik ini yaitu bentuknya yang serupa dengan rangka manusia dari badan hingga yang dihasilkan alat musik ini Diatonis dan pada saat memainkannya kita hanya bisa mengandalkan perasaan untuk mengambil nada selanjutnya. Alat musik tradisional gesek ini bisa dibilang cukup sulit, berbeda dengan alat musik dimainkan dengan cara digesek pada bagian dawainya layaknya Biola. Tehyan memiliki jenis lain seperti Sukong dan Kongahyan. Perbedaan yang menonjol bisa dilihat dari bentuk ukurannyaSukong Bernada dasar G dengan ukuran paling besar sebagai BassKongahyan Bernada dasar G dengan ukuran paling kecil sebagai melodiTehyan Bernada dasar A dan ukuran standar sebagai ritmeDi era modern seperti sekarang, alat musik tradisional Jakarta semacam Tehyan sudah jarang bisa dilihat dan jika memang ada sekalipun kebanyakan dari pemainnya adalah orang yang sudah lanjut ini bisa terjadi dikarenakan kurangnya minat remaja untuk mempelajari dan adanya alat musik modern yang mungkin lebih referensi
Contents1 Pengertian Keso-Keso2 Fungsi Alat Musik Keso-Keso3 Cara Memainkan Keso-Keso Keso-Keso merupakan alat musik tradisional dari provinsi Sulawesi Selatan dan khususnya pada daerah Toraja. Alat musik Keso-Keso ini di daerah Toraja biasanya disebut dengan nama Pākeso. Alat musik tradisional yang satu ini bisa di mainkan dengan cara menggesek pada dawai senar dengan jumlah dua senar. Suara musik yang di hasilkan dari alat musik tradisional Keso-Keso ini cukup enak di dengar. Dan jika di lihat dari sekilas pandang, alat musik tradisional Keso-Keso ini hampir mirip dengan rebab. Pada artikel kali ini kami akan membahas secara detail segala hal yang berkaitan dengan alat musik Keso-Keso ini. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan artikel yang ada di bawah ini. Pengertian Keso-Keso Membahas mengenai alat musik Keso-Keso, tidak pas rasanya langsung mengarah ke bagian fungsinya. Terlebih dahulu kita harus tahu apa pengertian dari alat musik Keso-Keso tersebut. Keso-keso adalah sebuah alat musik tradisional dari daerah Sulawesi Selatan atau lebih tepatnya dari suku Toraja. Di Toraja, alat musik Keso-Keso ini di kenal dengan nama Pākeso. Bentuk dari alat musik tradisional Keso-Keso adalah serupa dengan rebab, yaitu alat musik yang berasal dari pulau Jawa. Bisa dibilang Keso-Keso adalah alat musik yang dimainkan dengan cara di gesek pada bagian senarnya dengan menggunakan alat tertentu. Serupa dengan biola dan sebagainya. Alat musik Keso-Keso hanya memiliki dua dawai utama yang di gesek. Meskipun begitu, perpaduan dua dawai tersebut memiliki suara yang cukup enak di dengar. Alat musik tradisional Keso-Keso ini terbuat dari bahan dasar berupa tempurung kelapa, bambu atau kayu dan juga benang kasar dari pohon enau. Tempurung kelapa digunakan sebagai wadah keluarnya suara dari alat musik tersebut. Bambu atau kayu digunakan untuk batang dari alat musik Keso-Keso dan yang terakhir adalah benang kasar dengan warna hitam yang berasal dari pohon enau, digunakan sebagai dawai atau senar. Sebenarnya alat musik Keso-Keso ini merupakan kesenian dari masyarakat Toraja yang senantian di mainkan setiap harinya pada masa yang lampau. Sekarang sangat sedikit anak muda yang memainkan alat musik tersebut. Padahal bisa di sejajarkan dengan gitar dan alat musik komtemporer lain, Keso-Keso tidak kalah keren dari segi suara musik yang dikeluarkannya. Jika kita menelisik dari karakterisktik musik, alat musik tradisional Keso-Keso ini berfungsi sebagai pengiring rythem. Karena, hanya terdapat dua dawai atau senar yang dimainkan dalam alat musik tersebut. Dengan kata lain, alat musik tradisional Keso-Keso ini adalah alat musik yang berperan untuk menjadi melodi dalam sebuah musik. Berlanjut kita membahas fungsi alat musik Keso-Keso dari segi kebudayaan suku Toraja. Alat musik tradisional Keso-Keso memiliki fungsi dalam segi kebudayaan sebagai pengiring suatu upacara keagamaan. Ketika ada suatu acara keagamaan dari suku Toraja, maka pengiring musiknya adalah dengan petikan dawai dari alat musik tradisional Keso-Keso. Selain itu, alat musik Keso-Keso juga digunakan untuk penyambutan tamu. Semisal ada tamu penting yang datang ke wilayah Toraja, maka untuk menyambut kedatangan tamu tersebut akan di adakan upacara penyambutan dengan iringan musik Keso-Keso yang melantun dengan harmoni nada yang selaras. Seperti yang di jelaskan pada awal artikel, sebenarnya alat musik Keso-Keso dahulunya sering dimainkan oleh warga sekitar Toraja sehari-harinya. Mereka memainkan alat musik tradisional Keso-Keso ketika sedang bersantai dan sejenisnya. Hingga zaman berganti zaman, peran alat musik Keso-Keso sebagai permainan musik tradisional mulai bergeser dan memudar. Sekarang sangat jarang warga masyarakat Toroja masa kini yang mulai tak mengenal alat musik tersebut. Karena kurangnya pengembangan sehingga menyebabkan alat musik Keso-Keso ini tidak familiar di dengar oleh warga sekitar. Cara Memainkan Keso-Keso Alat musik Keso-Keso dimainkan dengan cara di gesek-gesek pada bagian dawainya. Dua dawai tersebut dimainkan dengan sistem melodis. Mungkin alat musik Keso-Keso ini sangat jarang di jual sehingga untuk permasalahan berapa harganya, sampai saat ini kami belum mengetahui dengan pasti. Nah itulah ulasan lengkap tentang alat musik Keso-Keso. Sekian dan terima kasih.
Mendiang maestro sinrilik Syarifuddin Daeng Tutu. Facebook/Fachrul Khairuddin Makassar, IDN Times - Kesenian tradisional merupakan salah satu kekayaan yang menjadi daya tarik Indonesia. Setiap daerah menyimpan ciri khas kesenian yang membudaya di yang lekat dengan kebudayaan tradisional pun tak lepas dari ragam kesenian. Dari sekian bentuk kesenian, alat musik tradisional jadi salah satu identitasnya. Alat musik ini biasanya jadi pengiring dalam berbagai aktivitas kesenian maupun upacara beberapa alat musik tradisional Makassar yang masih bertahan dan umum digunakan hingga sekarang1. GandrangIDN Times / Aan PranataGandrang atau gendang merupakan alat musik tabuh berbentuk tabung kayu yang kedua sisinya dibungkus kulit. Dimainkan dengan dipukul pakai tangan atau tongkat dari tanduk kerbau. Gandrang biasa ditemui pada upacara pernikahan atau acara penyambutan, serta pengiring tari. Baca Juga Gajah Kesepian di Sudut Losari, Saksi Bisu Makassar Dekade 1980-an 2. Keso'keso' musik petik ini tubuhnya terbuat dari batang kayu yang tengahnya berongga. Bagian kosong itu ditutupi kulit yang menghasilkan keso'keso' karena penggunaannya dengan cara menggesekkan kayu pada dua senar yang terbuat dari rambut ekor kuda. Keso'keso' kerap mengiringi pertunjukan sastra lisan Puik puik dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini mirip terompet, terbuat dari kayu besi yang dibuat kerucut dengan beberapa lubang nada. Pangkal pada puik puik terbuat dari lempengan puik menghasilkan suara melalui lipatan daun lontar yang ditiup di sisi kerucut. Alat ini butuh keahlian khusus karena jika meniup dengan sembarang, hanya akan menghasilkan suara yang aneh bahkan sama sekali tidak musik ini di daerah lain dikenal dengan sebutan kecapi. Dimainkan dengan cara dipetik. Kacaping memiliki 2 dawai yang dikaitkan pada kayu berbentuk seperti perahu. Alat musik ini dimainkan pada acara-acara adat seperti upacara pernikahan, penjemputan tamu, atau saat bersenda gurau dengan keluarga. Baca Juga 5 Tokoh di Balik Nama Jalan di Makassar yang Sering Kamu Lalui