Anemia menunjukkan suatu status penyakit atau perubahan fungsi tubuh (Smeltzer, 2001). Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Secara laboratoris, anemia dijabarkan sebagai penurunan kadar hemoglobin serta hitung eritrosit dan
Remaja dalam masa pertumbuhannya pasti memerlukan asupan gizi yang lebih banyak dimbandingkan dengan kelompok usia yang lain. Remaja putri lebih beresiko besar terhadap anemia dari pada remaja putra ataupun pria dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya,hal itu mengharuskan remaja putri haru lebih banyak mengonsumsi zat besi dan zat makanan yang lainnya.
Cahya Daris Tri Wibowo, et al. 2012. Hubungan Antara Status Gizi dengan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 3 Semarang. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Semarang. P 1-5. Vol 1 No 2. ISSN : 2301-8585. Desri Suryani, et al. 2015. Analisis Pola makan dan Anemia Gizi Besi pada remaja Putri Kota
Anemia gizi dapat disebabkan oleh berbagai macam zat gizi penting pada pembentukan hemoglobin. Penyebab utama terjadinya anemia gizi adalah defisiensi besi atau kurangnya zat besi dalam makanan. Adapun pencegahan dan pengobatan anemia dapat ditentukan dengan memperhatikan faktor-faktor penyebabnya, jika penyebabnya adalah masalah nutrisi atau
Merancang Proposal/Modul Bahasa Indonesia/Kelas XI Wajib @2020, Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN 8 E. MATERI PEMBELAJARAN Modul ini terbagi menjadi 3 pertemuan, di dalam modul ini terdapat uraian materi, contoh soal, lembar kerja, soal latihan dan soal evaluasi praktik menulis.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan prevalensi anemia pada kelompok remaja 15-24 tahun yaitu dari 18,4% tahun di 2013 menjadi 32% 4,5. Prevalensi anemia pada perempuan dewasa (≥15 tahun) di Sulawesi Selatan berdasarkan Riskesdas tahun 2013 adalah 10,3%5.
menderita anemia terutama remaja putri, berbagai gejala anemia (Isniati, 2007). Data dari Depkes (2020) dimana didapatkan penderita anemia pada remaja putri berjumlah 33,7%, sedangkan menurut Isniati (2007) angka kejadian anemia pada di Jawa Tengah 30,4% dan Semarang anemia 26% remaja menderita anemia (SKRT, 2006).
Maka pada orang dengan anemia aplastik, sumsum tulang mereka bisa saja kosong (aplastik) atau mengandung sangat sedikit sel darah (hipoplastik). 4. Anemia sel sabit. Anemia sel sabit termasuk dalam klasifikasi anemia karena keturunan. Jenis anemia ini disebabkan oleh kerusakan genetik pada gen pembentuk hemoglobin dalam darah Anda.
ABSTRAKLatar belakang: Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari angka normal. Indonesia merupakan sebuah negara dengan kejadian anemia yang cukup tinggi. Prevalensi kejadian anemia yang terjadi pada Remaja Indonesia yaitu 32%, hal ini memiliki arti 3-4 dari 10 remaja di Indonesia menderita anemia.
Kelompok Nurwajani adalah satu dari 186 KDS yang tersebar di 48 sekolah. Mereka adalah bagian dari program multisektor yang bertujuan mengatasi kondisi kekurangan gizi, anemia, dan obesitas. Pada tahun 2019, lebih dari 60.000 remaja putri di satu provinsi sudah terjangkau TTD—4.000 di antara mereka terjangkau oleh sukarelawan KDS seperti
TCVYV.